Just another WordPress.com weblog

Global Financial Crisis: Krisis Ekonomi Global

Kondisi keuangan di Asia, khususnya di Indonesia bisa dikatakan memburuk minggu yang lalu, ditandai dengan  terpuruknya Bursa Efek Indonesia. Institusi ini sempat menghentikan kegiatan perdagangan saham pada hari Rabu minggu yang lalu. Tanggal 7 Oktober 2008 lalu, new focus berita ANTARA mengemukakan “Indonesia ready to face the impact of US economic crisis”.

Pada  berita tersebut dikutip juga ucapan dari Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa, beliau berkeyakinan kuat kondisi keuangan Amerika tidak akan memberikan pengaruh atau krisis apapun bagi Indonesia, dikarenakan Indonesia pernah mengalami kondisi terburuk beberapa tahun yang lalu. Ungkapan Presiden tersebut menunjukkan sikap optimis dalam menghadapi pengaruh krisis ekonomi yang pernah juga melanda Indonesia 10 tahun yang lalu.

Presiden juga mengatakan bahwa kondisi ekonomi fundamental Indonesia semakin membaik daripada 10 tahun yang lalu, demikian juga posisi Indonesia yang pernah berada pada daftar Negara-Negara Asia dengan kondisi masalah ekonomi terburuk. Presiden percaya bahwa kebijakan-kebijakan baru, prioritas dan tren ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat, yang ditandai dengan pendapatan per kapita yang semakin membaik dan berkurangnya rasio hutang terhadap produk gross domestic (Gross Domestic Product).

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi berada di range 6% dari 7% dalam jangka waktu tujuh bulan ini. Tetapi beliau juga mengingatkan bahwa kita tidak boleh menganggap sepele kondisi ini. Kita perlu lebih giat mengembangkan kegiatan ekonomi kita. Sejalan dengan itu, Gubernur Bank Indonesia mengatakan krisis financial Amerika akan berpengaruh di Indonesia, tetapi tidak akan sampai menyebabkan krisis ekonomi terburuk seperti yang kita alami pada krisis ekonomi tahun 1997/1998.

Periode tahun 1997/1998 berbeda dari apa yang terjadi sekarang ini, kondisi perbankan dulu tidak sama dengan kondisi perbankan sekarang ini, karena pusat dari krisis tidak dari Indonesia, tetapi berada di Amerika. Pengawasan perbankan sekarang ini lebih baik daripada periode 1997/1998 dan bank-bank yang ada di Indonesia, berada di bawah kendali yang lebih baik  dibandingkan pada periode 1997/1998.

Pemerintah sebaiknya menggunakan semua dana untuk menggerakkan sektor riil yang kini terancam kekeringan likuiditas akibat krisis keuangan global. Peran pemerintah dalam sektor fiskal ini menjadi semakin vital karena sedang terjepitnya posisi Bank Indonesia untuk membantu.

Di satu sisi, bank sentral kini terpojok untuk menaikkan suku bunga sertifikat Bank Indonesia demi menjaga nilai tukar rupiah yang tertekan oleh kaburnya dana panas asing dari Indonesia Di sisi lain sektor perbankan  justru sedang menjaga ketat likuiditas masing-masing hingga mengurangi pasokan ke dunia usaha. Menurut mantan pemimpin IMF (International Monetary Fund), kondisi ekonomi global ini  kemungkinan akan dapat ditanggulangi paling dini pada akhir  tahun 2009. Hal tersebut dikatakannya pada Konferensi Bisnis di Manila tanggal 7 Oktober 2008.

Tetapi Michel Camdessus, mantan Manajer Direktur IMF dan Gubernur Kehormatan Banque de France mengatakan kepada para peserta konferensi tersebut bahwa pemimpin IMF perlu mempertimbangkan beberapa kondisi untuk meyakinkan bahwa pengaruh krisis keuangan di Amerika yang menembus seluruh wilayah dunia dapat dihentikan sebelum akhir  tahun 2009.

Hal tersebut adalah langkah awal penanggulangan ekonomi dunia, dan para pemimpin dunia harusnya mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan baik, dan  mulai bekerja mereformasi pasar kredit internasional. Sesungguhnya apapun yang terjadi dalam sektor perekonomian (yang tentunya akan berdampak pada sektor-sektor lainnya, terutama lapangan pekerjaan), hasilnya akan tetap dialami bersama di negara kita, tidak terlepas dari setiap pribadi.

Beberapa pendapat di atas secara tidak langsung mengingatkan bahwa komunikasi dan kerjasama adalah kunci yang sangat menentukan untuk menghadapi kondisi paling buruk sekalipun, seperti yang terjadi pada tahun 1997/1998.  Siap atau tidak kita menghadapi kondisi seperti ini, kita tetap akan melaluinya.

Dikutip dari berbagai sumber oleh Yoseva Silaen, Pustakawan PQM Consultants, dan sudah diterbitkan pada PQM Newsletter Edisi 4. Oktober 2008

Comments on: "Global Financial Crisis: Krisis Ekonomi Global" (2)

  1. Sibagariang said:

    Wow.. Bagus banget blognya.. Terimakasih yah bu..

  2. Yoseva Silaen said:

    Sama..sama..masih baru…kolok!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: