Just another WordPress.com weblog

Siapapun yang telah pernah bekerja untuk sebuah perusahaan yang inovatif selama 15 tahun, kemungkinan telah pernah menjalani program 5S. Sering 5S digambarkan sebagai rutinitas bersih-bersih dalam keseharian di perusahaan, tetapi 5S jauh lebih daripada program bersih-bersih. Program ini adalah suatu system yang menciptakan dan mempertahankan tempat kerja yang terorganisasi untuk tujuan efisiensi, produktivitas, dan semangat kerja para karyawan.

Biasanya, organisasi manufaktur mengaplikasikan program ini pada lingkungan produksi sebagai suatu inisiatif pengembangan berkelanjutan. Namun, seperti lantai pabrik, kualitas dan uji laboratorium sangat rentan terhadap akumulasi kekacauan dan inefisiensi di mana 5R menghilangkannya. Dengan mengintegrasikan 5S ke dalam budaya lab Anda, Anda akan melihat tengara peningkatan kinerja setiap orang yang berada pada lingkungan kerja yang Anda tentukan, di mana Anda menciptakannya sebagai contoh bagi lingkungan kerja lainnya di perusahaan Anda.

Ringkas

Penyortiran yang teliti untuk semua item ke dalam dua kategori-simpan atau buang-sangat penting untuk memulai program 5S yang efektif. Laboratorium kami terkenal akan keburukannya dalam menimbun kertas-kertas cek ukuran, dokumen-dokumen, suku cadang  dan prototype yang usang.  Lemari cabinet yang rusak, alat-alat dan binder yang tidak berkualitas lagi. Kami membuang semua itu. Kami sadar bahwa ketidakteraturan adalah musuh organisasi yang berpengaruh buruk pada pemikiran yang jernih. Jika ada barang yang tidak penting di laboratorium, kami langsung membuangnya.

Rapi

Dokumen-dokumen yang dianggap tetap penting setelah penyortiran diatur, sedemikian rupa dengan cara yang mudah untuk diakses dan logis. Untuk implementasi prinsip-prinsip 5S yang mendalam, proses dimulai dengan perencanaan. Setelah membuang semua yang tidak penting dari area lab, para praktisi lab menemukan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan banyak rak dan lemari untuk menyimpan barang-barang. Langkah ini membuka kesempatan yang ideal untuk mengatur ulang perabot laboratorium dan mengoptimalisasi arus orang dan informasi.

Ketika pondasi layout yang efektif sudah ada, kami menambahkan alat dan sarana bantu visual untuk mengatur isi laboratorium. mengelompokkan alat-alat dan prosedur-prosedur dekat pada tempat di mana mereka sering digunakan. Pintu lemari dan binder serta laci diberikan label yang jelas. Kabel-kabel diatur sedemikian rupa di belakang meja. Papan pengumuman dirancang sedemikian rupa untuk menampilkan informasi yang relevan dan terkini. Menegaskan pepatah lama yang berbunyi: “A place for everything, and everything in its place.

Resik

Langkah ini adalah langkah sederhana semudah mengucapkan katanya. Dalam praktiknya, rapi dan resik dilakukan bersamaan.

Sementara mengosongkan lemari arsip dan menata ulang furniture, ini adalah waktu yang tepat untuk mencuci dan mengkilapkan semuanya. Membersihkan rak dan meja, mengecat dinding, mengganti ubin yang rusak dan langit-langit yang bernoda. Lantai juga dibersihkan dan diberi tanda. memperbaiki engsel-engsel yang rusak. Membuat laboratorium terlihat professional dan rapi.

Tahap ini tidak hanya terjadi satu kali, tetapi merupakan pola pembersihan yang berkelanjutan. Setiap orang yang bekerja di laboratorium harus ditekankan untuk menjaga kerapian dan kebersihan area. Selama mengaplikasikan 5S di area kerja mereka, akan muncul juga rasa memiliki dan kepuasan tersendiri. Manajemen eksekutif perusahaan dan klien yang prospektif yang melakukan tour ke laboratorium akan melihat presisi dan konsistensi yang ada di laboratorium, dan meyakini bahwa itulah yang terjadi juga pada setiap produk yang dihasilkan.

Rawat

Langkah ini adalah koreksi yang alami, sementara langkah sebelumnya adalah tindakan preventif. Langkah rawat menggerakkan usaha kebersihan dari awal dengan mencegah terjadinya ketidak teraturan pada area pertama. Berikut ini adalah beberapa situasi yang dapat dilakukan.

  • Membuat dan mengikuti prosedur untuk menemukan dan mengembalikan peralatan dan dokumen-dokumen. Barang-barang yang kurang digunakan ditempatkan agak jauh dari yang sering digunakan.
  • Dengan perawatan, best practices untuk melakukan tes produk, menerbitkan lembar persetujuan pertama serta peralatan, akan digunakan dengan konsisten, yang mencegah terjadinya kerusakan dan meminimalisasi kerugian.
  • Dengan menerapkan kalibrasi dan program pemeliharaan dan pencegahan, sistem pengukuran akan tetap dalam keadaan siap. Perawatan dilakukan dalam rangka peningkatan proses kerja dan kualitas.

Rajin

Langkah kelima adalah Rajin, yang berarti “sebuah komitmen yang muncul secara alami dari dalam diri orang-orang yang terlibat dalam program tersebut.  Rawat sebenarnya bukanlah langkah akhir dari program 5R. Langkah ini adalah tujuan nyata dari pengembangan berkelanjutan, di mana efisiensi, integritas dan kerajinan menyatu dari semua orang yang menjadi bagian dari tim program 5R ini.

Ketika orang-orang berkomitmen untuk mengembangkan system kualitas ini, menginspeksi materi-materi dan membangun alat pengururan, hasil alami dari pekerjaan mereka adalah keunggulan.

—————————————————————————————————————————–

Ray Harkins adalah manajer kualitas Merkurius Inc Plastik di Middlefield, OH. Ia memperoleh gelar sarjana di bidang rekayasa teknologi dari University of Akron. Harkins adalah anggota senior ASQ dan merupakan kualitas bersertifikat ASQ insinyur dan teknisi kalibrasi.

Disummarykan oleh Yoseva Silaen, PQM Consultant Librarian, dari QUALITY PROGRESS/ SEPTEMBER 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: